Berita
Berita

Doa Idul Adha: Arab, Latin, Arti, dan Waktu Membacanya

doa idul adha

Share:

Idul Adha adalah salah satu hari paling mulia dalam setahun. Di hari ini, umat Islam di seluruh dunia berkumpul untuk sholat Id, menyembelih hewan kurban, dan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang tidak boleh terlewat di hari yang agung ini adalah membaca doa Idul Adha yang sesuai sunnah Rasulullah SAW.

Tahun 2026, Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1447 H. Momen istimewa ini sudah sangat dekat. Oleh karena itu, mempersiapkan diri dengan menghafal dan memahami doa-doa yang dianjurkan adalah langkah terbaik yang bisa setiap muslim lakukan mulai sekarang.

Artikel ini membahas lengkap doa Idul Adha dari berbagai momen — mulai dari doa di pagi hari raya, doa setelah sholat Id, doa kurban, hingga dzikir dan amalan yang dianjurkan sepanjang hari yang penuh berkah ini.

Keutamaan Berdoa di Hari Raya Idul Adha

Hari Idul Adha bukan sekadar perayaan — melainkan salah satu puncak ibadah terbesar dalam Islam. Memahami keutamaan berdoa di hari ini akan menambah semangat dan kekhusyukan dalam setiap doa yang kita panjatkan.

Hari Arafah dan Idul Adha adalah Hari Terbaik dalam Setahun

Rasulullah SAW bersabda bahwa hari paling agung di sisi Allah SWT adalah hari Idul Adha, kemudian hari Tasyriq yang mengikutinya. Selain itu, hari Arafah tepat sebelum Idul Adha adalah hari di mana Allah SWT paling banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka. Dengan demikian, doa yang kita panjatkan di dua hari ini mendapat perhatian khusus dari Allah SWT.

Doa di Hari Raya Termasuk Doa yang Mustajab

Para ulama menyebutkan bahwa ada beberapa waktu mustajab untuk berdoa di hari Idul Adha. Di antaranya adalah saat sholat Id berlangsung, terutama di waktu sujud. Selain itu, waktu antara dua khutbah juga menjadi momen yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa dan dzikir kepada Allah SWT.

Doa Idul Adha di Pagi Hari Raya

Pagi hari Idul Adha adalah momen yang penuh keberkahan. Berikut doa dan amalan yang dianjurkan sejak bangun tidur hingga berangkat ke tempat sholat Id.

Doa Bangun Tidur di Pagi Idul Adha

Awali pagi hari raya dengan berdoa seperti biasa saat bangun tidur. Kemudian lanjutkan dengan memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil sejak setelah subuh hingga sholat Id dimulai. Bacaan takbir yang dianjurkan:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الحَمْدُ

Allaahu akbar, Allaahu akbar, laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, Allaahu akbar, walillaahil hamd

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya milik Allah.”

Bacaan ini sunnah dilantunkan mulai malam Idul Adha hingga sore hari terakhir Tasyriq (13 Dzulhijjah). Selain itu, para ulama menganjurkan melafalkan takbir ini dengan suara keras sebagai bentuk syiar Islam.

Doa Berangkat ke Tempat Sholat Idul Adha

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا وَفِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا وَفِيْ سَمْعِيْ نُوْرًا

Allahummaj’al fii qalbii nuuran wa fii bashorii nuuran wa fii sam’ii nuuran

“Ya Allah, jadikanlah cahaya di hatiku, cahaya di penglihatanku, dan cahaya di pendengaranku.”

Bacalah doa ini saat melangkah keluar menuju tempat sholat. Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan pergi melalui satu jalan dan pulang melalui jalan yang berbeda sebagai sunnah hari raya yang memiliki hikmah memperluaskan syiar Islam.

Doa Setelah Sholat Idul Adha

Momen setelah sholat Id adalah salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa. Berikut doa setelah sholat Idul Adha yang dianjurkan para ulama.

Doa Utama Setelah Sholat Idul Adha

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Allahumma innii as-aluka min khairi maa sa-alaka minhu nabiyyuka Muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallam

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala kebaikan yang pernah dimohon oleh Nabi-Mu Muhammad SAW kepada-Mu.”

Doa ini menjadi pembuka yang sempurna setelah sholat Id. Selain itu, lanjutkan dengan doa-doa pribadi untuk kebaikan diri, keluarga, dan umat Islam di seluruh dunia. Momen setelah sholat Id adalah waktu yang sangat tepat untuk memanjatkan hajat terbesar yang selama ini kita simpan.

Doa Memohon Keberkahan di Hari Raya

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ يَوْمِنَا هَذَا وَاجْعَلْهُ يَوْمًا مُبَارَكًا عَلَيْنَا وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ

Allahumma baarik lanaa fii yaumina haadzaa waj’alhu yaumal mubaarakan ‘alainaa wa ‘alaa ummati Muhammad

“Ya Allah, berkahilah kami di hari ini dan jadikanlah hari ini sebagai hari yang penuh berkah bagi kami dan umat Muhammad.”

Bacalah doa ini dengan penuh keyakinan setelah sholat Id selesai. Selain itu, doa ini juga bisa dibaca kapan saja sepanjang hari Idul Adha sebagai ungkapan syukur atas nikmat merayakan hari raya bersama keluarga dan saudara seiman.

Doa untuk Sesama Muslim di Hari Idul Adha

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ

Taqabbalallahu minnaa wa minkum

“Semoga Allah menerima (amal ibadah) dari kami dan dari kalian.”

Kalimat ini adalah ucapan yang para sahabat Nabi SAW biasa saling ucapkan di hari raya. Selain itu, ucapan ini juga menjadi doa tulus untuk saudara sesama muslim agar seluruh amal ibadah yang sudah dikerjakan — mulai dari puasa Tarwiyah, puasa Arafah, takbiran, sholat Id, hingga kurban — Allah SWT terima dengan sebaik-baiknya.

Doa Kurban Idul Adha yang Shahih

Bagi yang melaksanakan ibadah kurban, ada doa khusus yang Rasulullah SAW ajarkan. Berikut doa kurban Idul Adha yang shahih berdasarkan hadits.

Doa Sebelum Menyembelih Hewan Kurban

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ

Bismillahi wallaahu akbar. Allahumma haadzaa minka wa laka

“Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar. Ya Allah, ini (kurban) dari-Mu dan untuk-Mu.”

Bacaan ini diucapkan tepat sebelum menyembelih hewan kurban. Selain itu, pastikan menyebut nama orang yang dikurbankan setelah doa tersebut. Contohnya: “Allahumma haadzaa ‘an [nama orang yang dikurbankan]” — “Ya Allah, ini kurban atas nama [nama].”

Doa Lengkap Menyembelih Hewan Kurban untuk Diri Sendiri

بِسْمِ اللهِ اللهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ عَنِّيْ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِيْ

Bismillahi Allaahu akbar. Allahumma minka wa laka ‘annii wa ‘an ahli baitii

“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, ini dari-Mu dan untuk-Mu, dariku dan dari keluargaku.”

Doa Menyembelih Kurban untuk Orang Lain

بِسْمِ اللهِ اللهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ عَنْ [nama]

Bismillahi Allaahu akbar. Allahumma minka wa laka ‘an [nama orang yang dikurbankan]

“Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, ini dari-Mu dan untuk-Mu, atas nama [nama orang yang dikurbankan].”

Ganti bagian [nama] dengan nama lengkap orang yang hendak dikurbankan. Selain itu, jika kurban untuk dua orang sekaligus — misalnya suami dan istri — sebutkan kedua nama tersebut dalam doa yang sama.

Doa Hari Raya Idul Adha untuk Keluarga dan Orang Tua

Idul Adha adalah momen berkumpul bersama keluarga. Manfaatkan hari yang mulia ini untuk mendoakan orang-orang tercinta dengan doa terbaik.

Doa untuk Kedua Orang Tua di Hari Idul Adha

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا

Robbighfir lii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku kecil.”

Bacalah doa ini untuk orang tua yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Selain itu, Idul Adha menjadi momen yang sangat tepat untuk memperbarui niat mendoakan orang tua secara rutin setiap hari sebagai bentuk birrul walidain yang tidak pernah putus.

Doa untuk Seluruh Keluarga di Hari Idul Adha

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِيْ دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ

Allahumma ashlih lii diinii wa dunyaaya wa ahlii wa maalii

“Ya Allah, perbaikilah agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku.”

Doa singkat namun komprehensif ini mencakup seluruh aspek kehidupan yang kita harapkan Allah SWT perbaiki. Selain itu, doa ini sangat mudah dihafal sehingga bisa menjadi wirid harian yang kita baca setiap selesai sholat fardhu.

Dzikir dan Amalan Sunnah Sepanjang Hari Idul Adha

Selain doa-doa di atas, ada beberapa amalan sunnah yang Rasulullah SAW anjurkan untuk dikerjakan sepanjang hari Idul Adha.

1. Perbanyak Takbir Sepanjang Hari Tasyrik

Takbir tidak berhenti setelah sholat Id selesai. Rasulullah SAW menganjurkan memperbanyak takbir sejak malam Idul Adha hingga sore hari 13 Dzulhijjah (akhir hari Tasyriq). Selain itu, takbir juga dianjurkan dibaca setelah setiap sholat fardhu selama hari-hari Tasyriq berlangsung.

2. Membaca Al-Qur’an Lebih Banyak dari Biasanya

Hari Idul Adha termasuk dalam 10 hari Dzulhijjah yang Allah SWT muliakan. Tingkatkan target bacaan Al-Qur’an harian di momen yang istimewa ini. Selain itu, jika belum memiliki mushaf berkualitas yang nyaman digunakan untuk membaca setiap hari, momen Idul Adha adalah waktu yang tepat untuk memperbaruinya.

3. Bersedekah dan Berbagi Daging Kurban

Idul Adha adalah hari berbagi. Pastikan daging kurban tersalurkan kepada yang benar-benar membutuhkan, bukan hanya kepada keluarga dan kerabat saja. Selain itu, momen ini juga sangat tepat untuk mewujudkan niat sedekah jariyah — seperti wakaf Al-Qur’an — yang pahalanya terus mengalir jauh melampaui hari raya.

4. Memperbanyak Sholat Sunnah

Manfaatkan kelapangan waktu di hari raya untuk memperbanyak sholat sunnah. Sholat Dhuha, sholat sunnah Rawatib, dan sholat Tahajjud menjadi amalan yang nilainya berlipat di hari-hari Dzulhijjah. Selain itu, setiap sujud tambahan yang kita lakukan di hari ini adalah tabungan pahala yang tidak pernah hilang.

FAQ: Pertanyaan Seputar Doa Idul Adha

Kapan waktu terbaik untuk membaca doa Idul Adha?

Waktu terbaik adalah saat sholat Id berlangsung terutama di waktu sujud, antara dua khutbah Idul Adha, dan setelah sholat Id selesai sebelum meninggalkan tempat sholat. Selain itu, saat menyembelih hewan kurban juga menjadi momen doa yang sangat istimewa karena langsung berkaitan dengan ibadah kurban yang sedang dikerjakan.

Apakah ada doa khusus saat menerima daging kurban?

Tidak ada doa khusus yang Rasulullah SAW ajarkan saat menerima daging kurban. Namun, membaca basmalah saat mengambil dan memasak daging kurban adalah adab yang dianjurkan. Selain itu, mengucapkan Alhamdulillah sebagai bentuk syukur atas rezeki daging kurban adalah amalan yang sangat dianjurkan.

Bolehkah doa Idul Adha dibaca dalam bahasa Indonesia?

Boleh, terutama untuk doa-doa pribadi yang kita panjatkan sendiri. Membaca doa dalam bahasa yang kita pahami justru membantu menghadirkan kekhusyukan karena kita mengerti setiap kata yang kita ucapkan. Selain itu, doa-doa yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits tetap lebih utama dibaca dalam bahasa Arab sebagai bentuk meneladani Rasulullah SAW.

Apakah doa Idul Adha berbeda dengan doa Idul Fitri?

Doa-doa umum seperti memohon ampunan, keberkahan, dan kebaikan sama pada keduanya. Namun, doa kurban Idul Adha adalah doa yang spesifik untuk hari ini dan tidak ada padanannya di Idul Fitri. Selain itu, konteks spiritual Idul Adha yang menekankan pengorbanan dan kepasrahan kepada Allah memberi nuansa doa yang berbeda dari Idul Fitri yang lebih berfokus pada syukur pasca Ramadhan.

Bagaimana cara mengajarkan doa Idul Adha kepada anak-anak?

Mulailah dengan doa yang paling pendek dan mudah dihafal seperti bacaan takbir dan doa taqabbalallahu minnaa wa minkum. Selain itu, ajak anak-anak untuk mengucapkan doa bersama-sama saat momen sholat Id dan penyembelihan kurban. Dengan demikian, anak-anak belajar melalui pengalaman langsung yang jauh lebih berkesan daripada sekadar menghafal di buku.

Apakah ada doa khusus untuk mengucapkan selamat Idul Adha?

Ucapan yang paling shahih dan bersumber dari para sahabat Nabi adalah Taqabbalallahu minnaa wa minkum yang artinya “Semoga Allah menerima amal ibadah dari kami dan dari kalian.” Selain itu, ucapan Idul Adha Mubarak atau Selamat Hari Raya Idul Adha juga boleh digunakan sebagai ungkapan kegembiraan di hari raya.

Idul Adha: Momen Terbaik untuk Wakaf Al-Qur’an

Idul Adha mengajarkan kita tentang pengorbanan dan keikhlasan berbagi. Ibrahim AS rela mengorbankan yang paling berharga dalam hidupnya karena Allah SWT. Semangat pengorbanan inilah yang bisa kita wujudkan di masa kini melalui berbagai bentuk amal jariyah — salah satunya wakaf Al-Qur’an.

Wakaf Al-Qur’an di momen Idul Adha adalah investasi pahala yang pahalanya tidak pernah berhenti. Setiap kali seseorang membaca mushaf yang kita wakafkan, pahala terus mengalir kepada kita. Selain itu, jika mushaf tersebut ada di pesantren atau sekolah Islam, pahalanya berlipat setiap hari tanpa batas waktu.

Momen Idul Adha 27 Mei 2026 ini juga sangat tepat untuk mewakafkan mushaf atas nama orang tua, anggota keluarga, atau siapapun yang kita cintai. Dengan demikian, semangat kurban dan berbagi di hari yang mulia ini terus mengalir jauh melampaui hari raya itu sendiri.

Wujudkan wakaf Al-Qur’an di momen Idul Adha 2026 bersama Fatijja Quran. Konsultasikan program wakaf personal atau lembaga Anda di fatijjaquran.com atau WhatsApp 0882-1073-4423. Fatijja Quran telah dipercaya Dompet Dhuafa, BMH, Solo Peduli, dan lembaga besar lainnya dengan 300.000+ mushaf tercetak sejak 2021.

Key Takeaways

  • Idul Adha 2026 jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 — salah satu hari paling mulia yang Allah SWT jadikan sebagai hari terbanyak pembebasan hamba dari neraka.
  • Doa utama Idul Adha mencakup bacaan takbir, doa berangkat ke tempat sholat, doa setelah sholat Id, dan ucapan taqabbalallahu minnaa wa minkum.
  • Doa kurban Idul Adha: Bismillahi wallaahu akbar, Allahumma haadzaa minka wa laka — dibaca tepat sebelum menyembelih hewan kurban.
  • Waktu paling mustajab berdoa di Idul Adha: saat sujud dalam sholat Id, antara dua khutbah, dan setelah sholat Id selesai.
  • Lengkapi momen Idul Adha dengan takbir sepanjang hari Tasyriq, membaca Al-Qur’an, bersedekah, berbagi daging kurban, dan memperbanyak sholat sunnah.
Scroll to Top