Uncategorized

Soft Launching Nur Corner Book Club by Fatijja

Soft Launching Nur Corner Book Club by Fatijja, Hadir dengan Dukungan Sandiaga Uno

Jakarta, 7 Oktober 2026 — Fatijja resmi memperkenalkan Nur Corner Book Club by Fatijja melalui agenda soft launching yang digelar dalam rangkaian Deen & Deal Conference 2026 dengan tema “Scale-Up Your Business With Syariat.” Momentum ini menjadi langkah awal kolaborasi program antara Fatijja dan Nur Corner, sekaligus menandai kerja sama perdana dengan Coach Yuszak M. Yahya melalui buku Jebakan Scale Up. Deen & Deal Conference 2026 menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku bisnis, entrepreneur, praktisi, dan pemimpin usaha untuk memperluas wawasan sekaligus membangun kolaborasi dalam ekosistem bisnis yang berlandaskan nilai-nilai syariat. Semangat tersebut sejalan dengan misi konferensi yang menghubungkan spiritual integrity dengan business scalability, serta membuka ruang pembelajaran dan kolaborasi bagi para pelaku usaha. Dalam momentum tersebut, Nur Corner Book Club hadir bukan sekadar sebagai sebuah komunitas buku, tetapi sebagai inisiatif untuk membangun ruang literasi yang mempertemukan buku, pengetahuan, bisnis, dan kolaborasi. Kolaborasi Perdana Fatijja dan Nur Corner Soft launching Nur Corner Book Club menjadi bagian dari langkah Fatijja untuk memperluas ekosistemnya melalui kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki visi sejalan dalam bidang literasi, edukasi, dan pengembangan bisnis. Melalui kolaborasi dengan Nur Corner, Fatijja ingin menghadirkan ruang yang dapat mendorong masyarakat, khususnya para pelaku usaha dan profesional, untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari proses pengembangan diri dan bisnis. Kolaborasi ini juga menjadi semakin istimewa karena menjadi kerja sama perdana dengan Coach Yuszak M. Yahya, seorang praktisi dan mentor bisnis, melalui buku karyanya yang berjudul Jebakan Scale Up. Buku tersebut mengangkat berbagai jebakan yang dapat dihadapi pemilik bisnis ketika ingin melakukan scale up, mulai dari strategi pertumbuhan, perencanaan dan budgeting, marketing, distribusi, operasional, struktur biaya, organisasi, hingga risiko keuangan. Kehadiran buku Jebakan Scale Up dalam momentum soft launching ini sekaligus memberikan pesan bahwa pertumbuhan bisnis tidak cukup hanya dengan mengejar peningkatan omzet atau ekspansi, tetapi membutuhkan kesiapan ilmu, sistem, strategi, dan kemampuan membaca risiko. Niar Saputri: Literasi Menjadi Bagian dari Proses Bertumbuh Direktur Unit Fatijja, Niar Saputri, menyampaikan bahwa kehadiran Nur Corner Book Club merupakan salah satu upaya untuk menghadirkan ekosistem yang mendorong masyarakat untuk terus belajar dan berkembang. “Kami percaya bahwa proses bertumbuh tidak hanya dibangun dari pengalaman, tetapi juga dari kemauan untuk terus belajar. Melalui Nur Corner Book Club, kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan orang-orang yang memiliki semangat belajar, membaca, berdiskusi, dan berkembang bersama. Karena bagi kami, sebuah buku bisa menjadi awal dari lahirnya sebuah ide, perubahan cara pandang, bahkan sebuah kolaborasi.” Menurut Niar, momentum Deen & Deal Conference 2026 menjadi ruang yang tepat untuk memperkenalkan Nur Corner Book Club karena memiliki semangat yang sejalan, yaitu mendorong pertumbuhan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian bisnis, tetapi juga memperhatikan nilai dan prinsip yang menjadi fondasinya. “Kami ingin Nur Corner tumbuh menjadi lebih dari sekadar book club. Kami ingin membangun sebuah ruang yang memiliki manfaat jangka panjang, tempat orang dapat menemukan ilmu, bertemu dengan orang-orang baru, dan mendapatkan perspektif yang bisa diterapkan dalam kehidupan maupun bisnis.” Riko Aditia: Growth Harus Dibangun dengan Ilmu Sementara itu, Riko Aditia, Chief Growth Officer (CGO) Fatijja Nusantara Inovasi, melihat kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Menurut Riko, salah satu tantangan dalam dunia bisnis adalah ketika keinginan untuk scale up tidak diimbangi dengan kesiapan fundamental. “Banyak orang melihat scale up sebagai sebuah tujuan akhir, padahal scale up adalah sebuah proses yang membutuhkan kesiapan. Ketika bisnis tumbuh lebih cepat daripada sistem, SDM, keuangan, dan kemampuan manajemennya, justru di situlah risiko mulai muncul. Karena itu, literasi dan pembelajaran menjadi bagian penting dalam perjalanan growth.” Riko menilai buku Jebakan Scale Up karya Coach Yuszak menjadi salah satu materi yang relevan untuk diperkenalkan melalui Nur Corner Book Club karena membahas sisi lain dari pertumbuhan bisnis yang sering kali luput dari perhatian. “Kami ingin membangun perspektif bahwa growth bukan sekadar tentang menjadi lebih besar. Growth harus membuat bisnis menjadi lebih sehat, lebih terstruktur, dan lebih sustainable. Kolaborasi dengan Nur Corner dan Coach Yuszak menjadi langkah awal untuk menghadirkan lebih banyak ruang belajar yang relevan bagi para entrepreneur dan profesional.” Jebakan Scale Up: Mengingatkan Pebisnis bahwa Bertumbuh Juga Memiliki Risiko Buku Jebakan Scale Up karya Coach Yuszak M. Yahya secara khusus membahas berbagai tantangan yang dapat muncul ketika sebuah bisnis memasuki fase pertumbuhan. Buku ini mengangkat sejumlah trap, antara lain growth strategy trap, budgeting and planning trap, marketing trap, distribution trap, operational trap, cost structure trap, hingga financial risk trap. Pesan utama yang dibawa adalah bahwa keputusan untuk memperbesar bisnis perlu dilakukan dengan pemahaman yang matang. Keinginan untuk memiliki lebih banyak cabang, meningkatkan revenue, atau memperbesar skala usaha tanpa kesiapan fundamental justru dapat menjadi risiko bagi keberlangsungan bisnis. Hal tersebut menjadikan Jebakan Scale Up relevan dengan semangat “Scale-Up Your Business With Syariat” yang diusung Deen & Deal Conference 2026—bahwa pertumbuhan bisnis perlu dibangun dengan ilmu, strategi, integritas, dan prinsip yang tepat. Menjadi Awal Perjalanan Nur Corner Book Club Soft launching Nur Corner Book Club by Fatijja di Deen & Deal Conference 2026 menjadi langkah awal dari perjalanan yang lebih panjang. Ke depan, Nur Corner Book Club diharapkan dapat berkembang menjadi ruang yang mempertemukan berbagai kalangan melalui buku dan pengetahuan, sekaligus membuka peluang untuk menghadirkan lebih banyak program edukasi, diskusi, kolaborasi, dan aktivitas literasi. Bagi Fatijja, kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus menghadirkan inisiatif yang memiliki nilai dan manfaat bagi masyarakat. Sebab, di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, bertumbuh bukan hanya tentang seberapa cepat kita melangkah, tetapi seberapa kuat ilmu dan nilai yang menjadi fondasi perjalanan tersebut. Melalui Nur Corner Book Club, Fatijja membuka sebuah ruang baru: ruang untuk membaca, belajar, bertumbuh, dan berkolaborasi.

Fatijja-Quran-Kolaborasi-dengan-Komite-OSIS-Nasional-Indonesia.jpeg

Fatijja Quran Kolaborasi dengan Komite OSIS Nasional Indonesia, Distribusikan Wakaf Al-Quran ke 38 Provinsi

Depok — Fatijja Quran menjalin kolaborasi bersama Komite OSIS Nasional Indonesia dalam program distribusi dan cetak wakaf Al-Quran yang ditujukan untuk menjangkau penerima manfaat di 38 provinsi di Indonesia. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap mushaf Al-Quran sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan sosial dan keumatan. Melalui sinergi antara lembaga pendidikan, organisasi pelajar, dan mitra percetakan Al-Quran, program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak sekolah, pesantren, masjid, serta lembaga pendidikan dan sosial di berbagai daerah. Komite OSIS Nasional Indonesia dalam kolaborasi ini dipimpin oleh H. Raden Ahmad Wahyu Saputra, S.IP., M.H., M.M., M.IP. Kerja sama tersebut mencakup dukungan dalam proses penyediaan dan distribusi mushaf Al-Qur’an untuk program wakaf yang akan disalurkan secara bertahap ke berbagai wilayah Indonesia. Memperluas Distribusi Al-Quran ke Berbagai Daerah Indonesia memiliki wilayah yang luas dengan kebutuhan mushaf Al-Quran yang beragam. Karena itu, distribusi Al-Quran membutuhkan kolaborasi dan pengelolaan yang terencana agar mushaf dapat sampai kepada penerima manfaat secara tepat. Melalui kerja sama ini, Fatijja Quran mengambil peran dalam proses penyediaan dan pencetakan mushaf, sementara jaringan dan kolaborasi program dari Komite OSIS Nasional Indonesia menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan distribusi. Kolaborasi tersebut tidak hanya berorientasi pada jumlah mushaf yang disalurkan, tetapi juga pada bagaimana program wakaf Al-Quran dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat di berbagai daerah. Direktur Unit Fatijja Quran, Niar Saputri, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen Fatijja Quran untuk terus mendukung program-program sosial dan keumatan melalui penyediaan mushaf yang dikerjakan secara profesional. “Bagi kami, mencetak Al-Quran bukan hanya tentang menghasilkan sebuah produk, tetapi juga tentang memastikan mushaf yang diproduksi dapat menjadi bagian dari sebuah program kebaikan yang memberikan manfaat kepada masyarakat. Kolaborasi bersama Komite OSIS Nasional Indonesia ini menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan distribusi Al-Quran hingga ke berbagai provinsi di Indonesia,” ujar Niar Saputri. Menurut Niar, keterlibatan berbagai pihak dalam program wakaf Al-Quran juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kebaikan yang lebih luas. “Kami berharap kolaborasi ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi penerima. Fatijja Quran akan terus berupaya menjaga kualitas proses produksi, ketepatan pengerjaan, serta mendukung kebutuhan mitra dalam menjalankan program wakaf Al-Quran,” tambahnya. Sinergi dengan Generasi Muda Kolaborasi dengan Komite OSIS Nasional Indonesia juga memiliki nilai strategis karena melibatkan jaringan pelajar dan organisasi kepemudaan dalam kegiatan sosial. Keterlibatan generasi muda dalam program wakaf Al-Quran diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan distribusi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap pendidikan, literasi Al-Quran, serta kegiatan sosial di lingkungan masing-masing. Chief Growth Officer (CGO) Fatijja Nusantara Inovasi, Riko Aditia, mengatakan bahwa kolaborasi lintas organisasi seperti ini menjadi salah satu cara untuk membangun program yang memiliki jangkauan lebih luas. “Kami melihat kolaborasi ini sebagai sebuah ekosistem. Fatijja Quran memiliki kapasitas dalam penyediaan dan pencetakan mushaf, sementara Komite OSIS Nasional Indonesia memiliki jaringan dan potensi penggerak di berbagai daerah. Ketika kedua hal tersebut dipertemukan dalam satu program, peluang untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas menjadi semakin terbuka,” ungkap Riko Aditia. Riko juga menambahkan bahwa distribusi ke 38 provinsi membutuhkan koordinasi yang baik dari berbagai pihak, mulai dari proses produksi, pengelolaan kebutuhan mushaf, hingga distribusi kepada penerima manfaat. “Target menjangkau 38 provinsi tentu membutuhkan proses yang terencana dan kolaborasi yang konsisten. Kami ingin memastikan bahwa program ini tidak berhenti pada pencetakan dan pengiriman mushaf, tetapi benar-benar menjadi program yang memiliki dampak dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya. Mendorong Gerakan Wakaf Al-Quran yang Lebih Luas Kerja sama Fatijja Quran dan Komite OSIS Nasional Indonesia diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas dalam mendukung kebutuhan Al-Quran di berbagai daerah. Program wakaf Al-Quran memiliki ruang kolaborasi yang luas, baik dengan organisasi pelajar, lembaga pendidikan, yayasan, komunitas, perusahaan melalui program CSR, maupun lembaga sosial dan kemanusiaan. Fatijja Quran sebagai unit yang bergerak dalam percetakan dan penerbitan mushaf Al-Quran terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki program distribusi Al-Qur’an. Melalui kolaborasi tersebut, penyediaan mushaf diharapkan dapat dilakukan secara lebih terencana, mulai dari penyesuaian spesifikasi, proses produksi, hingga kebutuhan distribusi sesuai dengan tujuan program. Kolaborasi bersama Komite OSIS Nasional Indonesia menjadi salah satu langkah Fatijja Quran dalam memperkuat perannya sebagai mitra dalam penyediaan mushaf untuk berbagai program wakaf dan sosial di Indonesia. Dengan semangat kolaborasi, Fatijja Quran berharap semakin banyak pihak dapat terlibat dalam menghadirkan akses terhadap Al-Quran bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Scroll to Top