Depok — Fatijja Quran menjalin kolaborasi bersama Komite OSIS Nasional Indonesia dalam program distribusi dan cetak wakaf Al-Quran yang ditujukan untuk menjangkau penerima manfaat di 38 provinsi di Indonesia.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap mushaf Al-Quran sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan sosial dan keumatan. Melalui sinergi antara lembaga pendidikan, organisasi pelajar, dan mitra percetakan Al-Quran, program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak sekolah, pesantren, masjid, serta lembaga pendidikan dan sosial di berbagai daerah.

Komite OSIS Nasional Indonesia dalam kolaborasi ini dipimpin oleh H. Raden Ahmad Wahyu Saputra, S.IP., M.H., M.M., M.IP. Kerja sama tersebut mencakup dukungan dalam proses penyediaan dan distribusi mushaf Al-Qur’an untuk program wakaf yang akan disalurkan secara bertahap ke berbagai wilayah Indonesia.
Memperluas Distribusi Al-Quran ke Berbagai Daerah
Indonesia memiliki wilayah yang luas dengan kebutuhan mushaf Al-Quran yang beragam. Karena itu, distribusi Al-Quran membutuhkan kolaborasi dan pengelolaan yang terencana agar mushaf dapat sampai kepada penerima manfaat secara tepat.
Melalui kerja sama ini, Fatijja Quran mengambil peran dalam proses penyediaan dan pencetakan mushaf, sementara jaringan dan kolaborasi program dari Komite OSIS Nasional Indonesia menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan distribusi.
Kolaborasi tersebut tidak hanya berorientasi pada jumlah mushaf yang disalurkan, tetapi juga pada bagaimana program wakaf Al-Quran dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat di berbagai daerah.
Direktur Unit Fatijja Quran, Niar Saputri, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen Fatijja Quran untuk terus mendukung program-program sosial dan keumatan melalui penyediaan mushaf yang dikerjakan secara profesional.
“Bagi kami, mencetak Al-Quran bukan hanya tentang menghasilkan sebuah produk, tetapi juga tentang memastikan mushaf yang diproduksi dapat menjadi bagian dari sebuah program kebaikan yang memberikan manfaat kepada masyarakat. Kolaborasi bersama Komite OSIS Nasional Indonesia ini menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan distribusi Al-Quran hingga ke berbagai provinsi di Indonesia,” ujar Niar Saputri.
Menurut Niar, keterlibatan berbagai pihak dalam program wakaf Al-Quran juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kebaikan yang lebih luas.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi penerima. Fatijja Quran akan terus berupaya menjaga kualitas proses produksi, ketepatan pengerjaan, serta mendukung kebutuhan mitra dalam menjalankan program wakaf Al-Quran,” tambahnya.

Sinergi dengan Generasi Muda
Kolaborasi dengan Komite OSIS Nasional Indonesia juga memiliki nilai strategis karena melibatkan jaringan pelajar dan organisasi kepemudaan dalam kegiatan sosial.
Keterlibatan generasi muda dalam program wakaf Al-Quran diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan distribusi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap pendidikan, literasi
Al-Quran, serta kegiatan sosial di lingkungan masing-masing.
Chief Growth Officer (CGO) Fatijja Nusantara Inovasi, Riko Aditia, mengatakan bahwa kolaborasi lintas organisasi seperti ini menjadi salah satu cara untuk membangun program yang memiliki jangkauan lebih luas.
“Kami melihat kolaborasi ini sebagai sebuah ekosistem. Fatijja Quran memiliki kapasitas dalam penyediaan dan pencetakan mushaf, sementara Komite OSIS Nasional Indonesia memiliki jaringan dan potensi penggerak di berbagai daerah. Ketika kedua hal tersebut dipertemukan dalam satu program, peluang untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas menjadi semakin terbuka,” ungkap Riko Aditia.
Riko juga menambahkan bahwa distribusi ke 38 provinsi membutuhkan koordinasi yang baik dari berbagai pihak, mulai dari proses produksi, pengelolaan kebutuhan mushaf, hingga distribusi kepada penerima manfaat.
“Target menjangkau 38 provinsi tentu membutuhkan proses yang terencana dan kolaborasi yang konsisten. Kami ingin memastikan bahwa program ini tidak berhenti pada pencetakan dan pengiriman mushaf, tetapi benar-benar menjadi program yang memiliki dampak dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Mendorong Gerakan Wakaf Al-Quran yang Lebih Luas
Kerja sama Fatijja Quran dan Komite OSIS Nasional Indonesia diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas dalam mendukung kebutuhan Al-Quran di berbagai daerah.
Program wakaf Al-Quran memiliki ruang kolaborasi yang luas, baik dengan organisasi pelajar, lembaga pendidikan, yayasan, komunitas, perusahaan melalui program CSR, maupun lembaga sosial dan kemanusiaan.
Fatijja Quran sebagai unit yang bergerak dalam percetakan dan penerbitan mushaf Al-Quran terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki program distribusi Al-Qur’an.
Melalui kolaborasi tersebut, penyediaan mushaf diharapkan dapat dilakukan secara lebih terencana, mulai dari penyesuaian spesifikasi, proses produksi, hingga kebutuhan distribusi sesuai dengan tujuan program.
Kolaborasi bersama Komite OSIS Nasional Indonesia menjadi salah satu langkah Fatijja Quran dalam memperkuat perannya sebagai mitra dalam penyediaan mushaf untuk berbagai program wakaf dan sosial di Indonesia.
Dengan semangat kolaborasi, Fatijja Quran berharap semakin banyak pihak dapat terlibat dalam menghadirkan akses terhadap Al-Quran bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
